Jumat, 16 Mei 2014

makalah biaya produksi



BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Di dalam dunia ekonomi modern, terutama mengenai makna biaya dan produksi, menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan yang tidak bisa dipisahkan layaknya uang keping logam yang memiliki dua muka yang berbeda namun dalam satu kesatuan.
Seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi, ilmu pengetahuan, dan bertambahnya penduduk, memaksa kebutuhan hidup terus meningkat. Pada saat ini Kebutuhan hidup tidak bisa diambil langsung dari alam, akan tetapi harus diolah dahulu dengan cepat, efesien, dan harga terjangkau. Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian orang untuk memperoleh keuntungan. Akan tetapi,  permintaan pasar berubah-ubah sehingga menyulitkan perusahaan untuk melakukan kegiatan produksinya, produk apa yang akan di produksi?. Namun dalam melakukan proses produksi suatu barang, perusahaan seharusnya memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan produksi, salah satunya kekuatan finansial yang mereka miliki, seperti biaya produksi. Biaya produksi merupakan proses mengeluarkan pengorbanan yang biasanya dapat berupa uang atau peralatan, agar produksi dapat dilaksanakan. Selain biaya produksi, ada biaya-biaya lain yang harus diperhatikan, seperti biaya admintrasi, biaya keuangan, dan biaya pemasaran. Sedangkan biaya produksi terbagi menjadi dua berdasarkan yang dikeluarkan yaitu biaya produksi eksplesit dan implisit. Selain itu biaya produksi dapat dibagi dua pula berdasarkan jangka yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam kasus perusahaan besar yang memiliki aset yang cukup banyak, dalam melakukan proses produksi tentu sudah ada perhitungan yang matang seperti jumlah variabel, bunga, sewa tanah, gaji pegawai, jumlah produk yang harus diproduksi supaya memperoleh keuntungan.
Oleh sebab itu kami menulis sebuah makalah yang bertajuk “Biaya Produksi”.
Biaya Produksi merupakan Faktor penting yang harus diperhatikan ketika suatu perusahaan akan menghasilkan suatu produksi. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan keuntungan yang besar dalam setiap usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatupemahaman tentang teori-teori biaya produksi agar suatu perusahaan dapat memperhitungkan biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu output barang. Pemahaman teori produksi sangat penting bagi suatu perusahaan karena perusahaan dapat memperhitungkan biaya-biaya apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan suatu barang serta perusahaan dapat menentukan harga satuan output barang.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Biaya Produksi?
2.      Apakah Analisis Biaya Jangka Pendek?
3.      Jelaskan Hubungan Antara AC dan MC?
4.      Apakah Analisis  biaya jangka Panjang?
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian biaya produksi
2.      Untuk mengetahui Analisis Biaya Jangka Pendek
3.      Untuk mengetahui hubungan antara AC dan MC
4.      Untuk mengetahui Analisis biaya jangka panjang
     1.4 Manfaat Penulisan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna menjadi penambah wawasan mengenai biaya produksi secara praktisi. Makalah ini diharapkan bermanfaat bagi penulis maupun pembaca bila suatu saat berkecimpung di dunia produksi, baik diperusahaan sendiri maupun diperusahaan lain.

    1.5   Prosedur Makalah
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode noninteraktif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehnsif. Data teorits dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunkan hasil kajian pustaka.






BAB II
Pembahasan

2.1  Pengertian Biaya Produksi
            Biaya produksi adalah semua pengerluaran yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya produksi juga dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh factor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Terkait dengan dengan pengertian tersebut ada beberapa konsep biaya yang perlu diketahui, antara lain:
a.       Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung
Biaya langsung adalah biaya yang dapat dihitung untuk tiap unit output yang dihasilkan.
Termasuk biaya langsung misalnya adalah : Biaya untuk membeli bahan baku , biaya tenaga kerja yang langsung menangani produksi.
Adapun biaya tak langsung adalah biaya yang tak bisa dihitung untuk tiap unit produksi yang dihasilkan karena adanya unsur-unsur biaya penggunaan fasilitas bersama (=overhead cost).
b.      Biaya Eksplisit dan Biaya Implisit
Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang,
Biaya Implisit yaitu niali dari input yang dimiliki perusahaan yang digunakan dalam proses produksi, tetapi tidak sebagai pengeluaran nyata yang dikeluarkan perusahaan.
c.       Biaya Kesempatan dan Biaya Historis
Biaya kesempatan (opportunity cost) adalah biaya melakukan suatu tindakan yang diukur dengan pendapatan yang hilang akibat tidak melakukan tindakan alternatif. Biaya kesempatan merupakan sebuah konsep yang berguna untuk mengevaluasi peluang alternatif. Jika Anda memilih alternatif A, Anda tidak bisa memilih B, C, atau D. Berapa biaya atau kehilangan keuntungan dari tidak memilih B, C, atau D? Itulah biaya kesempatan A. Dalam kehidupan pribadi Anda dapat membeli mobil, bukannya mengambil liburan ke Eropa. Biaya kesempatan membeli mobil adalah hilangnya kenikmatan liburan. Biaya Historis adalah Suatu ukuran berharga yang digunakan akuntansi di mana harga suatu asset pada atas sisanya didasarkan pada biaya yang asli atau nominalnya ketika diperoleh oleh suatu perusahaan.
d.      Biaya Incremental
Biaya Incremental (Incremental cost) adalah biaya yang timbul akibat adanya pertambahan atau pengurangan output (biasanya merupakan hasil dari kegiatan produksi/operasi). Incremental cost juga merupakan biaya yang terjadi sebagai akibat dari suatu keputusan. Incremental cost diukur dari berubahnya IC karena suatu keputusan. Oleh sebab itu sifatnya bisa variabel, bisa juga fixed. Contoh: penambahan biaya total produksi karena keputusan manajemen untuk penambahan tenaga kerja dan bahan baku.
e.       Biaya Relevan

f.       Biaya Variabel dan Biaya Tetap..

           













Tidak ada komentar:

Posting Komentar